Bunda Nina


MAKALAH
METODE TANYA JAWAB MELALUI BERCERITA KEPADA ANAK USIA DINI

Dosen Pengampu: Anies Listyowati S.Pd., M.Pd








Disusun Oleh :
Nina Pramudiyana Sari (169000016)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PG-PAUD
FAKULTAS KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA
SURABAYA


BAB I
Pendahuluan

A.      Latar Belakang
Sebagai seorang guru PAUD, sudah seharusnya kita memiliki ilmu pengetahuan yang cukup untuk mengajar anak usia dini. Anak usia dini merupakan masa awal dimana mereka memiliki sejumlah potensi yang harus dikembangkan sebagaimana mestinya agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang berguna di masa mendatang. Salah satu potensi yang harus mereka kembangkan diantaranya adalah kemampuan berbahasa. Karena anak dapat berkomunikasi melalui bahasa, bak itu bahasa verbal maupun nonverbal. Dalam makalah ini kita akan membahas tentang cara mengembangkan bahasa anak melalui beberapa metode yaitu metode bercakap-cakap, Tanya jawab, bermain peran dan sosiodrama.
Metode Tanya jawab melalui bercerita menawarkan keterampilan dalam mengkaji problem pendidikan dengan cara diskusi sebagai solusi menghidupkan proses pembelajaran. Penggunaan metode ini dengan cara yang baik dan tepat,akan dapat merangsang minat dan motivasi dalam belajar. Metode ini bisa membuat kelas menjadi hidup dan ramai, tetapi ramainya pembelajaran yang dimaksud ada makna dan pesan khusus dalam kegiatan ini.
Oleh karena itu penguasaan metode-metode pembelajaran anak usia dini merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru/tutor agar proses pembelajaran tersebut dapat mendorong perkembangan anak, baik perkembangan intelektual, fisik maupun emosionalnya. Dengan menguasai metode pembelajaran, selain tentunya kemampuan lainnya, seorang guru/tutor dapat mengelola proses pembelajaran sesuai dengan tujuan yang hendap dicapainya, yaitu kemampuan-kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh anak.

B.       Pembelajaran pada Anak Usia Dini
            Dalam kondisi pembelajaran anak usia dini yang tepat / ideal saat ini bisa menggunakan metode tanya jawab. Sebenarnya banyak metode yang diberikan untuk anak usia dini dalam pengembangan aspek aspek perkembangan anak, tetapi kami mencoba untuk menggunakan metode tanya jawab yang diberikan pada anak usia dini, meskipun pasti berbeda jauh dengan usia orang dewasa yang bisa saling mengyanggah argumen. Tetapi dalam perlakuan anak usia dini ini diharapkan sedikit menghidupkan situasi kelas dan membuat kenyaman tersindiri, dengan pemilihan pertanyaan yang bagus diberikan guru tetapi juga menambah pengetahuan bagi anak usia dini.

C.      Tujuan Pembelajaran pada Anak Usia Dini
Metode tanya jawab melalui bercerita yang diberikan guru untuk Anak Usia Dini diharapkan dapat menstimulasi anak dalam bahasa terutama, karena anak usia 5-6 tahun sudah harus bisa berkomunikasi dengan baik dan memiliki banyak perbendaharaan kata.
Pemilihan cerita bergambar mungkin dapat menarik anak dan merangsang anak untuk mencoba menginterprestasikan dirinya didepan teman-temannya dan guru, atau dapat melakukan bercerita dengan boneka tangan dll, hal ini harus dipahami oleh guru. Dalam melihat kebutuhan anak sehari-sehari guru harus cermat sehingga bisa dipilih bercerita dengan media apa yang paling disukai anak usia dini saat ini.
Setiap anak pasti berbeda-beda keinginannya, maka dari itu pembelajaran awalnya ditawarkan dulu kepada anak, ingin bercerita dengan menggunakan apa agar metode tanya jawab yang kita inginkan bisa tercapai dengan baik dan mendapat respon baik bagi anak usia dini.



















BAB II
Pembahasan

A.      Tahap Perkembangan Anak
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang diberikan pada anak usia dini (0-6 tahun) yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan baik jasmani maupun rohani agarmemiliki kesiapan untuk memasuki ke jenjang berikutnya. Melalui PAUD, diharapkan anak dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki yang meliputi pengembangan moral dan nilai-nilai agama, fisik motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa, seni, menguasai sejumlah pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan perkembangan serta memiliki motivasi dan sikap belajar untuk berkreasi. Menurut Udang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 28 ayat (1), menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.
Sesuai dengan permendikbud Nomor 146 tagum 2014 pasal yang menegaskan PAUD diselenggarakan berdasarkan kelompok usia dan jenis layanannay, dimana PAUD untuk usia sejak lahir sampai dengan usia enam tahun terdiri dari Taman Penitipan Anak dan satuan PAUD sejenis (SPS). Usia 2-4 tahun terdiri dari Kelompok bermain(KB) dan usia 4-6 tahun terdiri dari TK/RA/Busthanul Athfal (BA). Sedangkan menurut Rahman (dalam Susanto 2017:17),  pendidikan anak usia dini adalah upaya berencana dan sistematis yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak 0-8 tahun dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal.
Kegiatan pengembangan merupakan serangkaian aktivitas yang disediakan untuk menfasilitasi perkembangan dan belajar anak di Taman Kanak-Kanak (TK), yang secara umum kegiatan yang dapat dilakukan di antaranya menyediakan lingkungan kondusif bagi perkembangan dab belajar anak, mengarahkan perilaku anak dengan kegiatan mendidik, mengajar, serta membantu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi anak dengan bimbingan yang tepat menurut Nugraha (dalam susanto 2017:19).
Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan sebuah lembaga pendidikan yang menganut konsep belajar melalui bermain yang didasarkan minat anak, dimana anak sebagai pusat (Child Centre ). Semua kegiatan Taman Kanak-Kanak (TK) dirancang untuk mengembangkan self image yang positif, serta sikap baik pada teman , guru dan sekolah, dengan bermain sebagai media belajarnya. The Nebraska Department Of Education di Amerika Serikat (dalam susanto,2017: 22)  memberikan saran tentang bentuk Taman Kanak-Kanak yang baik, yaitu sebagai berikut :
1.        Ada kerjasama sekolah dan orang tua dalam memberi pengalaman belajar bagi anak
2.        Pengalaman anak hendaknya dirancang agar dapat bereksplorasi dan menemukan sehingga anak lebih aktif dan tidak hanya duduk dengan kertas di atas meja
3.        Anak belajar melalui alat permainan
4.        Anak belajar menyukai buku dan bahasa melalui kegiatan bercerita dengan bahasanya sendiri
5.        Anak melakukan kegiatan sehari-hari yang melatih motorik kasar dan halus, dengan berlari, melompat, melambung bola, menjahit, bermain kertu, dan bemain dengan lilin.
6.        Anak berlatih mengembangkan logika matematika, dengan bermain pasir, ubit balok dan alat bantu hitung lannya
7.        Anak berlatih mengembangkan rasa ingin tahu tentang alam, melalui pengamatan percobaan dan menarik lainnya
8.        Amak mengenal berbagai irama musik dan alatnya
9.        Anak berlatih menyukai kesenian.

B.       Aktivitas Guru Dan Anak Dalam Kegiatan
Salah satu metode yang baik adalah menggunakan metode bercerita. Menurut (Musfiroh,2008:58) bercerita dipandnag sebagai suatu pengembangan kosa kata anak yang tepat untuk diterapkan di PAUD. Metode pembelajaran tanya jawab melalui bercerita ini dilakukan guru karena ingin memberikan kesmpatan kepada Anak Usia Dini untuk aktif. Yang diaksud aktif dalam hal ini adalah aktif mengungkapkan atau menceritakan kembali isi dari cerita yang telah diberikan oleh guru. Hal ini dapat dilihat oleh guru mana anak yang mendengarkan dan menyimak apa yang telah diberikan guru dan bisa dibuat tanya jawab oleh guru.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Paud, metode tanya jawab melalui bercerita dilaksanakan dalam upaya memperkenalkan, memberikan keterangan, atau penjelasan tentang hal baru dalam rangka menyampaikan pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai kompetensi dasar usia anak Paud. Oleh karena itu materi yang disampaikan berbentuk cerita yang awal dan akhirnya berhubungan erat dalam kesatuan yang utuh, maka cerita tersebut harus dipersiapkan terlebih dahulu. Biasanya kegiatan bercerita dilaksanakan pada kegiatan penutup, sehingga kalau anak pulang, anak menjadi tenang dan senang setelah mengikuti pembelajaran, Namun demikian pada prakteknya tidak selalu pada saat kegiatan penutup, bercerita dapat dilakukan pada saat kegiatan pembukaan, kegiatan inti, maupun pada waktu-waktu senggang di sekolah.
C.      Lingkungan Yang Kreatif
Menurut Anies&Djoko, 2017:50 pendidikan Anak Usia Dini terdapat berbagai model pembelajaran yang dapat digunakan dan pelaksanaannya disesuaikan menurut kondisi lembaga masing-masing, diantaranya :
-            BCCT (Beyond Centers and Circle Time)
BCCT atau sering disebut dengan SELING, sentra lingkungan. BCCT memungkinkan anak aktif menemukan sendiri pengetahuannya melalui sentra-senta. BCCT bukan satu-satunya metode untuk PAUD, tetapi BCCT memberikan prinsip PAUD yang universal
-            Area
Model pembelajaran yang menyediakan are-area sebagai pusat kegiatan minat anak-anak, area dikembangkan antara lain :
Area pasir dan air, area drama, area membaca dan menulis, area bahasa, area seni, area IPA, area Musik, area Agama, Area Balok, area berhitung.
-            Kelompok dengan kegiatan pengaman
Pada model ini kegiatan pengaman dalam kegiatan inti anak-anak dalam satu kelas kegiatannya disediakan 3 pusat kegiatan dan satu kegiatan tamabhan yang berfungsi sebagai kegiatan pengembangan.
Dari ketiga model pembelajaran diatas dapat dimasukkan metode bercerita melalui tanya jawab, dimana bisa masuk ke dalam area bahasa. Sehingga bisa menstimulasi anak dan menyenangkan anak dalam pembelajaran.
D.      Teknik Tanya Jawab
Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Teknik pembelajaran yaitu cara konkret yang digunakan guru dalam menerapkan suatu metode pembelajaran. Guru dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran.
Teknik penyajian tanya-jawab ialah suatu cara untuk memberikan motivasi pada anak usia dini agar bangkit pemikirannya untuk bertanya, selama mendengarkan cerita atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai isi isi cerita yang sedang diberikan guru agar dimengerti, dan dapat diingat dengan baik.
Guru melontarkan teknik tanya jawab itu mempunyai tujuan, agar anak usia dini dapat mengerti atau mengingat-ingat tentang isi atau makna dari cerita tersebut. Diharapkan pula dengan tanya jawab itu mampu menjelaskan langkah-langkah cerita atau proses yang diberikan pada anak usia dini, sehingga jalan pikiran anak tidak meloncat-loncat. Karena anak usia dini pemikirannya masih bersifat eksploratif, senang dan kaya fantasi. Dengan demikian anak usia dini belum bisa menemukan pemecahan masalah dengan cepat dan tepat. Meraka masih membutuhkan bimbingan dari orang tua serta guru atau orang-orang disekitarnya.
Teknik mengajukan pertanyaan pada anak usia dini antara lain :
-          Pertanyaan ditujukan pada seluruh anak
-          Memberi waktu yang cukup kepada anak untuk berpikir
-          Usahakan setiap anak diberikan giliran menjawab
-          Dilakukan dalam suasana rileks, tidak tegang.

1.      Tahap Perkembangan Anak
Tahap perkembangan dalam metode bercerita melalui tanya jawab dengan mengembangkan aspek perkembangan anak :
-          Aspek perkembangan bahasa
Kemampuan berbahasa merupakan suatu potensi yang dimiliki semua anak manusia manusia yang normal. Kemampuan itu diperoleh tanpa melalui pembelajaran khusus. Waktu yang digunakan relatif singkat, anak sudah dapat berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan sebelum bersekolah, ia telah mampu bertututur seperti orang dewasa untuk bnerbagai keperluan dan dalam bermacam – macam situasi.Jika diamati, ternyata pemerolehan bahasaa anak itu tidaklah tiba – tiba atau sekaligus, tetapi bertahap kemajuan kemampuan berbahasa mereka berjalan seiring dengan perkembangaan fisik, mental, intelektual dan sosialnya.
Menurut Anies&Djoko,2017:13 perkembangan bahasa anak usia dini adalah proses berkembangnya komunikasi baik secara lisan, tertulis atau isyarat yang berdasarlan suatu sistem simbol-simbol. Perkembangan bahsa anak usia dini terbagi ke dalam beberapa tahap :
·      Periode Prelingual
Usia 0-1 tahun, ciri utama adalah anak mengoceh untuk dapat berkomunikasi dengan orang ta, anak masih bersifat pasif saat menerima stimulus dari luar tapi anak akan menerima respon yang berbeda.
·      Periode Lingual
Usia antara 1-2,5 tahun, dalam tahap ini anak sudah mulai mampu membuat kalimat satu atau dua kata dalam percakapannya
·      Periode Differensial
Usia anak 2,5 – 5 tahun, anak sudah memiliki kemampuan bahasa sesuai dengan peraturan tata bahasa yang baik dan benar.perbendaharaan kata sudah berkembang baik.
-          Aspekperkembangan motorik halus
Dalam Anies&Djoko, 2017:23 kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan ketrampilan fisik yang melibatkan ototkecil dan koordinasi mata-tangan.
Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan stimulasi tepat. Di setiap fase, anak membutuhkan rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Semakin banyak yang dilihat dan didengar anak, semakin banyak yang ingin diketahuinya.
-          Aspek perkembangan sosial emosional
Menurut Anies&Djoko,2017:18 perkembangan sosio emosional anak terbagi dalam beberapa tahap, yaitu :
·      Tahap percaya vs curiga
Usia 0-2 tahun, dalam tahap ini akan tumbuh rasa percaya diri jika mendapat pengalaman, namun akan tumbuh rasa curiga jika mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan
·      Tahap mandiri vs ragu
Usia 2-3 tahun perasaan mandiri mulai muncul tatkala anak sudah mulai menguasai seluruh anggota tubuhnya
·      Tahap berinisiatif vs bersalah
Usia 4 - 5 tahun, pada masa ini anak sudah muai lepas dari orang tuanya. Anak sudah mampu bergerak bebas dan berhubungan dengan lingkungan.

2.        Urgensi Dalam Pengembangan Kemampuan Berbahasa Anak
Pengembangan bahasa pada anak uisa dini menekan kan pada perkembngan mendengar,  berbicara, dan awal membaca. selain itu pedapat lain megenai perkembangan bahasa yang dikemukakan oleh Lamberg (dalam Martinis 2010: 137) bahwa perkembangan bahasa serag anak itu mengikuti dan sesuai dengan jadwal perkembagan  biologisnya yang tidak dapat ditawa-tawar. Sedagkan meurut Chomsky (dalam Martinis 2010:141) mengatakan bahwa pemerolehan bahasa bersifat kodrati dan merupakan suatu proses instingtif  yang berlanjut (continous) dan berjalan secara kostan dari waktu kewaktu dengan mengikuti jadwal genetik sesuai dengan prinsip-prinsip serta parameter yang terdapat pada tata bahasa Universal.
 perkembangan bahasa/ bunyi anak muncul ketika ia bayi. ia sudah bisa mendengarkan dan dapat membedakan atau mengetahui suara ibunya dengan lawan bicaranya. Dan ini membuktikan bahwa ketika masih bayi anak sudah bisa mempelajari bunyi. Dan pada tahapan awal anak sudah bisa mengenal bunyi seperti bunyi a,i,u,e,o dan huruf konsonan seperti p,b,m. Jika penguasaan bunyi ini mengalami kemajauan maka tahapan berikutnya anak sudah bisa mengoceh yang nantinya anak  memiliki kemampuan mengenali struktur kalimat yang kompleks.
Perkembangan struktur kalimat atau tata bahasa anak tidak jauh berbeda dengan perkembangan bayi. Pada masa anak pra sekolah, anak sudah menguasai struktur bahasa tersebut. Penguasaan ini bermula dari penguasaan struktur kata misalnya mama makan atau mama lapar dan sebagainya.

E.       Tahap Berpikir
cerita ditaman kanak-kanak biasanya mengandung nilai-nilai yang mengarah kepada pengembangan emosional,sosial dan bahasa anak.Isi cerita dapat pula berupa pengetahuan bagi anak, misalnya tentang pertumbuhan tanaman dan proses perkembangbiakan binatang maupun yang lainya.Sesuai dengan tahap perkembangan anak baik, bahasa, media dan langkah-langkah pelaksanaanya, agar lebih efektif, komunikatif dan menyenangkan bagi anak.
pada tahap ini diharapka anak usia dini sudah bisa di berikan metode tanya jawab melalui bercerita. Diharapkan mereka bisa memahami isi cerita yang ddiberikan guru sehingga dpt menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diberikan guru.

BAB III
Pembahasan

A.      Sasaran Aspek Perkembangan Yang Dikembangkan
Melalui bercerita dengan anak usia dini kita sebagai guru dapat mengembangkan metode pembelajaran tanya jawab. Hal ini dipilij oleh guru agar dapat merangsang atau menstimulasi anak usia dini dalam mengeluarkan pendapatnya. Metode ini juga memang dilakukan agar dapat mengembangkan aspek perkembangan anak usia dini antara lain :
·           aspek perkembangan bahasa
Belajar bahasa sangatlah penting sebelum  usia enam tahun. Oleh karena itu, pendidikan Anak Usia Dini merupakan tempat yang penting dalam mengembangkan bahasa anak-anak. Sehingga hal ini dapat mengembangkan keterampilan berbahasa anak usia dini.
·           aspek perkembangan sosial emosional
Emosi yang umum pada masa kanakkanak awal adalah: Amarah, takut, Ingin tahu , gembira, sedih, malu, bersalah dan bangga
Anak usia dini masih belum bisa mengontrol emosi dalam dirinya karena masih bersifat egosentris
·           aspek perkembangan motorik halus
usia 5-6 tahun sudah bisa mendengarkan cerita dengan baik dan bisa mengkoordinasaikan gerakan mata, tangan, lengan, dan tubuh secara bersamaan. Dengan adanya cerita yang diberikan guru kepada anak diharapkan motorik halus dapat dirangsang melalui bercerita. Serta membuat anak menjadi aktif.
Sasaran ini diharapkan dapat dicapai oleh peserata didik dengan baik, dan diharapkan bisa mengembangkan aspek aspek perkembangan diatas pada anak usia dini dengan tepat sesuai usia nya.
B.       Reasoning Pemilihan Kegiatan Tanya Jawab Melalui Bercerita
Sebagai seorang guru, kita harus dapat memilih suatu kegiatan yang baik dan bermanfaat untuk anak didik usia dini, salah satunya metode tanya jawab melalui bercerita. Alasan guru memilih metode ini, diharapkan anak usia dini / peserta didik bisa mengungkap semua bahasannya dengan sedikit pertanyaan yang diberikan guru. Pada intinya guru hanya memancing sedikit pertanyaan yang nantinya jawaban tersebut bisa menjadi berjuta juta imajinasi dan jawaban dari anak.
Hal ini di stimulasi sejak dini karena mengingat sebagai guru juga perlu mengembangkan aspek – aspek perkembangan anak usia dini. Metode tanya jawab melalui bercerita yang diberikan ini dimaksudkan agar anak bisa mampu mengekspresikan dirinya didepan teman-temannya, memperbanyak perbendaharaan kosa kata, berani mengungkapkan apa yang dia ketahui. Sehingga pembelajaran di kelas menjadi aktif bukan pasif. Pembelajaran di kelas akan hidup dan bervariatif dengan berbagai ungkapan anak- anak yang beragam isinya, tak lupa guru juga harus memberikan batasan batasan sampe dimana pembahasan yang akan dilakukan sehingga tetap dalam lajur pembelajaran sesuai dengan tema  cerita yang diberikan guru untuk anak-anak.
C.      Kegiatan Tanya Jawab
Ada beberapa teknik kegiatan tanya jawab yang harus digunakan guru dalam memberikan tanya jawab kepada anak didik. Karena anak usia dini cara berpikirnya masih belum panjang seperti orang dewasa pada umumnya, sehingga sebagai guru harus bisa memilih teknik - teknik yang tepat dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Pertanyaan yang mudah dimengerti anak usia dini,  hendaknya bersifat mengajak atau merangsang siswa untuk berfikir, kata-kata yang dipergunakan harus jelas sehingga dapat dengan mudah dipahami, pertanyaan singkat, setiap pertanyaan harus mengandung unsur pengetahuan anak (misalnya : binatang, tumbuhan dll) sesuai tema bercerita yang diberikan guru, pertanyaan harus dapat merangsang anak.
D.      Strategi Yang Dipilih
            Strategi dalam pemilihan pertanyaan yang tepat sangat di perlukan bagi seorang guru karena hal ini sangat berpengaruh pada jawaban anak-anak yang bisa merangsang dan membuat anak-anak selalu ingin mengungkapkan apa yang dia mau cerita. Pertanyaan yang baik dan menyenangkan serta menarik dapat membuat anak semakin meningkatkan daya kreatifitasnyadan kemampuan pengembangan aspek bahasa. Setiap anak memiliki potensi untuk berkomunikasi dengan lingkungan yang telah diwujudkan sejak lahir, dan sebagai seorang pendidik kita harus bisa mengembangkan potensi tersebut, maka guru juga harus pintar-pintar dalam pemilihan strateginya agar tujuan dari pembelajaran ini tercapai dengan baik.
Guru menggunakan metode tanya jawab dengan menggunakan bercerita, dimana nanti dari cerita tersebut dapat dikembangkan dengan berbagai banyak pertanyaan yang ditujukan metode tanya jawab pada anak usia dini. Cerita harus menarik dan mudah dipahami anak, sehingga anak akan antusias dan senang.
Metode apapun yang diberikan pada anak usia dini haruslah menarik dan menyenangkan sehingga anak tidak mudah bosan dan malas dalam mengikuti pembelajaran dikelas dan anak selalu menunjukkan kebolehannya kepada teman-temannya.

E.       Lingkungan
Penataan lingungan dalam pembelajaran sangat berpengaruh pada proses pembelajaran anak usia dini. Pentingnya penataan lingkungan bagi optimalisasi pembelajaran anak. dalam metode ini tanya jawab melalui bercerita boleh dilakukan diluar ruangan maupun dalam ruangan. Tergantung situasi dan kondisi siswa serta fasiltas adari sekolah. Jika menggunakan dalam kelas dapat dibuat lingkaran dengan guru berada ditengah sambil bercerita pada anak.
Area pembelajaran atau ruang kelas untuk anak usia dini yang ideal adalah 15-20 siswa dengan 2 guru pendidik. Lingkungan pembelajaran ruang anak usia dini di buat sesuai dengan tema atau sentra yang akan diberikan guru dan juga diberikan tempat / penataan yang dapat mempermudah anak untuk berkomunikasi dengan temannya.
F.       Materi
Dalam pemilihan materi untuk anak usia dini tidak membutuhkan materi yang sulit dan aneh, cukup dengan materi yang mudah dan sangat dikenal dengan anak. Anak akan lebih menyukai bahasan tentang apa, hal itu harus dipahami betul-betul oleh seorang guru. Biasanya anak akan memahami tentang dirinya sendiri, lalu lingkungan sekitar dan bisa diselipakan tentang pengetahuan binatang, alam semesta dll.
Seorang pendidik harus bisa cakap dalm memilih materi pembelajaran. Jika anak-anak belum mampu dalam materi tersebut, guru tidak boleh memaksakan tetapi diberi pemahaman sedikit demi sedikit sehingga anak mulai akan mengenal dan membuka satu-satu pertanyaan bagi dirinya. Nah dari sinilah muncul metode tanya jawab yang akan diberikan pada anak usia dini.
G.      Strategi Pembelajaran Tanya Jawab
Metode tanya jawab yang diberikan anak usia dini setidaknya mengarah kepada perkembangan aspek bahasa, sosial emosional dan motorik halus. Disini lebih mengutamakan sistem pendekatan student centre (berpusat pada anak).
Guru dapat menggunakan strategi kemampuan berpikir, dimana strategi Pengembangan Kemampuan Berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada kemampuan berpikir anak usia dini, dengan memanfaatkan pengalaman siswa sebagai titik tolak berpikir.
Metode tanya jawab ini bisa diberikan dalam penyajian pembelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada anak didik, tetapi dapat pula dari anak didik kepada guru, sehingga dan merangsang anak untuk berkomunikasi dan menjawab pertanyaan dari teman-teman ataupun guru.
Ada empat tahap dalam  prosedur pemakaian metode tanya jawab, agar pemakaian metode tanya jawab mencapai hasil yang lebih baik :
1.        Tahap persiapan tanya jawab
Pertanyaan hendaknya dirumuskan didasarkan tujuan yang ingin dicapai dan karakter siswa.
Sebagai guru harus bisa melihat kemampuan peserta didiknya sebelum memberikan pertanyaan karena jika anak tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru, dikhawatirkan anak tersebut down dan tidak mau mengeluarkan pendapatnya lagi (tidak mau berbicara jika ditanya)
2.        Tahap awal tanya jawab
Guru diharapkan memberikan penjelasan atau pengarahan agar anak dapat mengerti apa yang dimaksud oleh guru. Sehingga dapat menggambarkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran serta alur dari cerita yang akan diberikan oleh guru.
3.        Tahap pengembangan tanya jawab
Setelah memberikan pengarahan dan penjelasan, guru akan mengembangkan pertanyaan untuk peserta didik dengan berbagai variasi yang beragam serta unik dan menarik bagi anak-anak agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
4.        Tahap akhir tanya jawab
Pada tahap ini diharapkan anak-anak dapat mengerti isi dari pembelajaran yang diberikan pada guru. Anak-anak diharap mengerti dan mampu memahami isi dan maksud dari pembelajaran yang diberikan oleh guru. Guru berharap pemberian tanya jawab ini bisa dipahami dan dimengerti anak-anak didiknya.
Sehingga makna dari cerita yang diberikan pada guru bisa dipahami oleh anak.
Cerita yang diberikan oleh guru harus mengandung unsur pembelajaran dan mempunyai nilai positif bagi anak usia dini. Semisal guru menceritakan tentang binatang yang suka tolong menolong, meskipun berbeda warna kulitnya mereka harus saling tolong-menolong dan tidak boleh membeda-bedakan teman. Hal ini dapat diambil hikmahnya bahwa anak harus saling tolong-menolong dan tidak membeda-bedakan teman.
Guru dalam menyampaikan tanya jawab dengan bercerita terlebih dahulu, lalu guru memberikan beberapa pertanyaan kepada anak-anak yang berkaitan dengan isi dari cerita yang sudah diberikan. Dengan ini diharapkan anak bisa menyimak dengan baik dan mengerti maksud isi cerita.





























BAB IV
Kesimpulan dan Saran

A.    Kesimpulan
Pembelajaran anak usia dini disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan mental anak, sesuai dengan kelompok usia dan kebutuhan individual anak. Pembelajan anak usia dini harus menyenangkan, menarik, demokratis, dan memerdekakan anak. Bermain, bernyanyi, dan tanya jawab melalui bercerita.
Sebagai seorang harus dapat memilih pembelajaran yang merangsang serta menstimulasi perkembangan pada anak usia dini. Sehingga tujuan dan sasaran guru tepat.
B.  SARAN
Pembelajaran pada anak usia dini harus diciptakan menyenangkan, bebas, tidak terikat dan aktif. Agar pembelajaran pada anak usia dini bisa optimal, maka pembelajaran harus melibatkan anak secara aktif. Dan pembelajarannnya harus menarik agar anak tertarik untuk belajar. 
















BAB V
Daftar Pustaka

Susanto, Ahmad.2017. Pendidikan Anak Usia Dini , Jakarta : PT Bumi Aksara
Bimo. 2011. Mahir Mendongeng, membangun dan Mendidik Karakter Anak Melalui Bercerita, Yogyakarta : Pro-U Media.
Anies&Djoko, 2017. Kompendium PAUD. Depok ; Prenadamedia Group
Suyadi, 2015.  Teori Pembelajaran Anak Usia Dini, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya


Komentar