Bunda Nina
MAKALAH
METODE
TANYA JAWAB MELALUI BERCERITA KEPADA ANAK USIA DINI
Dosen
Pengampu: Anies Listyowati S.Pd., M.Pd
Disusun
Oleh :
Nina
Pramudiyana Sari (169000016)
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN PG-PAUD
FAKULTAS
KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PGRI ADI BUANA
SURABAYA
BAB
I
Pendahuluan
A.
Latar
Belakang
Sebagai
seorang guru PAUD, sudah seharusnya kita memiliki ilmu pengetahuan yang cukup
untuk mengajar anak usia dini. Anak usia dini merupakan masa awal dimana mereka
memiliki sejumlah potensi yang harus dikembangkan sebagaimana mestinya agar
mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang berguna di masa
mendatang. Salah satu potensi yang harus mereka kembangkan diantaranya adalah
kemampuan berbahasa. Karena anak dapat berkomunikasi melalui bahasa, bak itu
bahasa verbal maupun nonverbal. Dalam makalah ini kita akan membahas tentang
cara mengembangkan bahasa anak melalui beberapa metode yaitu metode
bercakap-cakap, Tanya jawab, bermain peran dan sosiodrama.
Metode Tanya
jawab melalui bercerita menawarkan keterampilan dalam mengkaji problem
pendidikan dengan cara diskusi sebagai solusi menghidupkan proses pembelajaran.
Penggunaan metode ini dengan cara yang baik dan tepat,akan dapat merangsang
minat dan motivasi dalam belajar. Metode ini bisa membuat kelas menjadi hidup
dan ramai, tetapi ramainya pembelajaran yang dimaksud ada makna dan pesan
khusus dalam kegiatan ini.
Oleh karena itu penguasaan metode-metode pembelajaran anak usia dini
merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru/tutor agar proses
pembelajaran tersebut dapat mendorong perkembangan anak, baik perkembangan
intelektual, fisik maupun emosionalnya. Dengan menguasai metode pembelajaran,
selain tentunya kemampuan lainnya, seorang guru/tutor dapat mengelola proses
pembelajaran sesuai dengan tujuan yang hendap dicapainya, yaitu
kemampuan-kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh anak.
B.
Pembelajaran
pada Anak Usia Dini
Dalam
kondisi pembelajaran anak usia dini yang tepat / ideal saat ini bisa
menggunakan metode tanya jawab. Sebenarnya banyak metode yang diberikan untuk
anak usia dini dalam pengembangan aspek aspek perkembangan anak, tetapi kami
mencoba untuk menggunakan metode tanya jawab yang diberikan pada anak usia
dini, meskipun pasti berbeda jauh dengan usia orang dewasa yang bisa saling
mengyanggah argumen. Tetapi dalam perlakuan anak usia dini ini diharapkan
sedikit menghidupkan situasi kelas dan membuat kenyaman tersindiri, dengan
pemilihan pertanyaan yang bagus diberikan guru tetapi juga menambah pengetahuan
bagi anak usia dini.
C.
Tujuan
Pembelajaran pada Anak Usia Dini
Metode tanya
jawab melalui bercerita yang diberikan guru untuk Anak Usia Dini diharapkan
dapat menstimulasi anak dalam bahasa terutama, karena anak usia 5-6 tahun sudah
harus bisa berkomunikasi dengan baik dan memiliki banyak perbendaharaan kata.
Pemilihan cerita
bergambar mungkin dapat menarik anak dan merangsang anak untuk mencoba
menginterprestasikan dirinya didepan teman-temannya dan guru, atau dapat
melakukan bercerita dengan boneka tangan dll, hal ini harus dipahami oleh guru.
Dalam melihat kebutuhan anak sehari-sehari guru harus cermat sehingga bisa
dipilih bercerita dengan media apa yang paling disukai anak usia dini saat ini.
Setiap anak
pasti berbeda-beda keinginannya, maka dari itu pembelajaran awalnya ditawarkan
dulu kepada anak, ingin bercerita dengan menggunakan apa agar metode tanya
jawab yang kita inginkan bisa tercapai dengan baik dan mendapat respon baik
bagi anak usia dini.
BAB II
Pembahasan
A.
Tahap
Perkembangan Anak
Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang diberikan pada anak usia dini (0-6
tahun) yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan untuk membantu
pertumbuhan dan perkembangan baik jasmani maupun rohani agarmemiliki kesiapan
untuk memasuki ke jenjang berikutnya. Melalui PAUD, diharapkan anak dapat
mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki yang meliputi pengembangan moral
dan nilai-nilai agama, fisik motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa, seni,
menguasai sejumlah pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan perkembangan serta
memiliki motivasi dan sikap belajar untuk berkreasi. Menurut Udang-undang Nomor
20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 28 ayat (1), menyatakan
bahwa pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan
dasar.
Sesuai dengan
permendikbud Nomor 146 tagum 2014 pasal yang menegaskan PAUD diselenggarakan
berdasarkan kelompok usia dan jenis layanannay, dimana PAUD untuk usia sejak
lahir sampai dengan usia enam tahun terdiri dari Taman Penitipan Anak dan
satuan PAUD sejenis (SPS). Usia 2-4 tahun terdiri dari Kelompok bermain(KB) dan
usia 4-6 tahun terdiri dari TK/RA/Busthanul Athfal (BA). Sedangkan menurut
Rahman (dalam Susanto 2017:17), pendidikan anak usia dini adalah upaya
berencana dan sistematis yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak 0-8
tahun dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara
optimal.
Kegiatan
pengembangan merupakan serangkaian aktivitas yang disediakan untuk
menfasilitasi perkembangan dan belajar anak di Taman Kanak-Kanak (TK), yang
secara umum kegiatan yang dapat dilakukan di antaranya menyediakan lingkungan
kondusif bagi perkembangan dab belajar anak, mengarahkan perilaku anak dengan
kegiatan mendidik, mengajar, serta membantu memecahkan berbagai permasalahan
yang dihadapi anak dengan bimbingan yang tepat menurut Nugraha (dalam susanto 2017:19).
Taman
Kanak-Kanak (TK) merupakan sebuah lembaga pendidikan yang menganut konsep
belajar melalui bermain yang didasarkan minat anak, dimana anak sebagai pusat (Child Centre ). Semua kegiatan Taman
Kanak-Kanak (TK) dirancang untuk mengembangkan self image yang positif, serta sikap baik pada teman , guru dan
sekolah, dengan bermain sebagai media belajarnya. The Nebraska Department Of Education di Amerika Serikat (dalam
susanto,2017: 22) memberikan saran
tentang bentuk Taman Kanak-Kanak yang baik, yaitu sebagai berikut :
1.
Ada kerjasama sekolah
dan orang tua dalam memberi pengalaman belajar bagi anak
2.
Pengalaman anak
hendaknya dirancang agar dapat bereksplorasi dan menemukan sehingga anak lebih
aktif dan tidak hanya duduk dengan kertas di atas meja
3.
Anak belajar melalui
alat permainan
4.
Anak belajar menyukai
buku dan bahasa melalui kegiatan bercerita dengan bahasanya sendiri
5.
Anak melakukan kegiatan
sehari-hari yang melatih motorik kasar dan halus, dengan berlari, melompat,
melambung bola, menjahit, bermain kertu, dan bemain dengan lilin.
6.
Anak berlatih
mengembangkan logika matematika, dengan bermain pasir, ubit balok dan alat
bantu hitung lannya
7.
Anak berlatih mengembangkan
rasa ingin tahu tentang alam, melalui pengamatan percobaan dan menarik lainnya
8.
Amak mengenal berbagai
irama musik dan alatnya
9.
Anak berlatih menyukai
kesenian.
B.
Aktivitas
Guru Dan Anak Dalam Kegiatan
Salah satu
metode yang baik adalah menggunakan metode bercerita. Menurut
(Musfiroh,2008:58) bercerita dipandnag sebagai suatu pengembangan kosa kata
anak yang tepat untuk diterapkan di PAUD. Metode pembelajaran tanya jawab
melalui bercerita ini dilakukan guru karena ingin memberikan kesmpatan kepada
Anak Usia Dini untuk aktif. Yang diaksud aktif dalam hal ini adalah aktif
mengungkapkan atau menceritakan kembali isi dari cerita yang telah diberikan
oleh guru. Hal ini dapat dilihat oleh guru mana anak yang mendengarkan dan
menyimak apa yang telah diberikan guru dan bisa dibuat tanya jawab oleh guru.
Pelaksanaan
kegiatan pembelajaran di Paud, metode tanya jawab melalui bercerita
dilaksanakan dalam upaya memperkenalkan, memberikan keterangan, atau penjelasan
tentang hal baru dalam rangka menyampaikan pembelajaran yang dapat
mengembangkan berbagai kompetensi dasar usia anak Paud. Oleh karena itu materi
yang disampaikan berbentuk cerita yang awal dan akhirnya berhubungan erat dalam
kesatuan yang utuh, maka cerita tersebut harus dipersiapkan terlebih dahulu.
Biasanya kegiatan bercerita dilaksanakan pada kegiatan penutup, sehingga kalau
anak pulang, anak menjadi tenang dan senang setelah mengikuti pembelajaran,
Namun demikian pada prakteknya tidak selalu pada saat kegiatan penutup,
bercerita dapat dilakukan pada saat kegiatan pembukaan, kegiatan inti, maupun
pada waktu-waktu senggang di sekolah.
C.
Lingkungan
Yang Kreatif
Menurut
Anies&Djoko, 2017:50 pendidikan Anak Usia Dini terdapat berbagai model
pembelajaran yang dapat digunakan dan pelaksanaannya disesuaikan menurut
kondisi lembaga masing-masing, diantaranya :
-
BCCT (Beyond Centers and Circle Time)
BCCT atau sering
disebut dengan SELING, sentra lingkungan. BCCT memungkinkan anak aktif
menemukan sendiri pengetahuannya melalui sentra-senta. BCCT bukan satu-satunya
metode untuk PAUD, tetapi BCCT memberikan prinsip PAUD yang universal
-
Area
Model pembelajaran yang
menyediakan are-area sebagai pusat kegiatan minat anak-anak, area dikembangkan
antara lain :
Area pasir dan air,
area drama, area membaca dan menulis, area bahasa, area seni, area IPA, area
Musik, area Agama, Area Balok, area berhitung.
-
Kelompok dengan
kegiatan pengaman
Pada model ini kegiatan
pengaman dalam kegiatan inti anak-anak dalam satu kelas kegiatannya disediakan
3 pusat kegiatan dan satu kegiatan tamabhan yang berfungsi sebagai kegiatan
pengembangan.
Dari ketiga model pembelajaran
diatas dapat dimasukkan metode bercerita melalui tanya jawab, dimana bisa masuk
ke dalam area bahasa. Sehingga bisa menstimulasi anak dan menyenangkan anak
dalam pembelajaran.
D.
Teknik
Tanya Jawab
Dari metode, teknik
pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat
pembelajaran berlangsung. Teknik pembelajaran yaitu cara konkret yang digunakan
guru dalam menerapkan suatu metode pembelajaran. Guru dapat berganti-ganti
teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan
melalui berbagai teknik pembelajaran.
Teknik penyajian tanya-jawab ialah suatu cara untuk memberikan motivasi
pada anak usia dini agar bangkit pemikirannya untuk bertanya, selama mendengarkan
cerita atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai isi isi cerita yang
sedang diberikan guru agar dimengerti, dan dapat diingat dengan baik.
Guru melontarkan teknik tanya jawab itu
mempunyai tujuan, agar anak usia dini dapat mengerti atau mengingat-ingat
tentang isi atau makna dari cerita tersebut. Diharapkan pula dengan tanya jawab
itu mampu menjelaskan langkah-langkah cerita atau proses yang diberikan pada
anak usia dini, sehingga jalan pikiran anak tidak meloncat-loncat. Karena anak
usia dini pemikirannya masih bersifat eksploratif, senang dan kaya fantasi.
Dengan demikian anak usia dini belum bisa menemukan pemecahan masalah dengan
cepat dan tepat. Meraka masih membutuhkan bimbingan dari orang tua serta guru
atau orang-orang disekitarnya.
Teknik
mengajukan pertanyaan pada anak usia dini antara lain :
-
Pertanyaan ditujukan
pada seluruh anak
-
Memberi waktu yang
cukup kepada anak untuk berpikir
-
Usahakan setiap anak
diberikan giliran menjawab
-
Dilakukan dalam suasana
rileks, tidak tegang.
1. Tahap Perkembangan Anak
Tahap perkembangan dalam metode bercerita
melalui tanya jawab dengan mengembangkan aspek perkembangan anak :
-
Aspek perkembangan bahasa
Kemampuan berbahasa merupakan suatu
potensi yang dimiliki semua anak manusia manusia yang normal. Kemampuan itu
diperoleh tanpa melalui pembelajaran khusus. Waktu yang digunakan relatif
singkat, anak sudah dapat berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Bahkan sebelum bersekolah, ia telah mampu bertututur seperti orang dewasa untuk
bnerbagai keperluan dan dalam bermacam – macam situasi.Jika diamati, ternyata
pemerolehan bahasaa anak itu tidaklah tiba – tiba atau sekaligus, tetapi
bertahap kemajuan kemampuan berbahasa mereka berjalan seiring dengan
perkembangaan fisik, mental, intelektual dan sosialnya.
Menurut Anies&Djoko,2017:13
perkembangan bahasa anak usia dini adalah proses berkembangnya komunikasi baik
secara lisan, tertulis atau isyarat yang berdasarlan suatu sistem
simbol-simbol. Perkembangan bahsa anak usia dini terbagi ke dalam beberapa
tahap :
· Periode
Prelingual
Usia 0-1 tahun, ciri
utama adalah anak mengoceh untuk dapat berkomunikasi dengan orang ta, anak
masih bersifat pasif saat menerima stimulus dari luar tapi anak akan menerima
respon yang berbeda.
· Periode
Lingual
Usia antara 1-2,5
tahun, dalam tahap ini anak sudah mulai mampu membuat kalimat satu atau dua
kata dalam percakapannya
· Periode
Differensial
Usia anak 2,5 – 5
tahun, anak sudah memiliki kemampuan bahasa sesuai dengan peraturan tata bahasa
yang baik dan benar.perbendaharaan kata sudah berkembang baik.
-
Aspekperkembangan motorik halus
Dalam Anies&Djoko, 2017:23 kemampuan motorik halus adalah kemampuan
yang berhubungan dengan ketrampilan fisik yang melibatkan ototkecil dan
koordinasi mata-tangan.
Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang
optimal asal mendapatkan stimulasi tepat. Di setiap fase, anak membutuhkan
rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Semakin
banyak yang dilihat dan didengar anak, semakin banyak yang ingin diketahuinya.
-
Aspek perkembangan sosial emosional
Menurut Anies&Djoko,2017:18 perkembangan sosio emosional anak
terbagi dalam beberapa tahap, yaitu :
·
Tahap percaya vs curiga
Usia 0-2 tahun, dalam tahap ini akan tumbuh rasa percaya diri jika
mendapat pengalaman, namun akan tumbuh rasa curiga jika mendapat pengalaman
yang tidak menyenangkan
·
Tahap mandiri vs ragu
Usia 2-3 tahun perasaan mandiri mulai muncul tatkala anak sudah mulai
menguasai seluruh anggota tubuhnya
·
Tahap berinisiatif vs bersalah
Usia 4 - 5 tahun, pada masa ini anak sudah muai lepas dari orang
tuanya. Anak sudah mampu bergerak bebas dan berhubungan dengan lingkungan.
2.
Urgensi Dalam Pengembangan Kemampuan Berbahasa Anak
Pengembangan
bahasa pada anak uisa dini menekan kan pada perkembngan mendengar, berbicara,
dan awal membaca. selain itu pedapat lain megenai perkembangan bahasa yang
dikemukakan oleh Lamberg (dalam Martinis 2010: 137) bahwa
perkembangan bahasa serag anak itu mengikuti dan sesuai dengan jadwal
perkembagan biologisnya yang tidak dapat ditawa-tawar. Sedagkan
meurut Chomsky (dalam Martinis 2010:141) mengatakan bahwa pemerolehan
bahasa bersifat kodrati dan merupakan suatu proses instingtif yang
berlanjut (continous) dan berjalan secara kostan dari waktu kewaktu dengan
mengikuti jadwal genetik sesuai dengan prinsip-prinsip serta parameter yang
terdapat pada tata bahasa Universal.
perkembangan bahasa/ bunyi
anak muncul ketika ia bayi. ia sudah bisa mendengarkan dan dapat membedakan
atau mengetahui suara ibunya dengan lawan bicaranya. Dan ini membuktikan bahwa
ketika masih bayi anak sudah bisa mempelajari bunyi. Dan pada tahapan awal anak
sudah bisa mengenal bunyi seperti bunyi a,i,u,e,o dan huruf konsonan seperti
p,b,m. Jika penguasaan bunyi ini mengalami kemajauan maka tahapan berikutnya
anak sudah bisa mengoceh yang nantinya anak memiliki kemampuan
mengenali struktur kalimat yang kompleks.
Perkembangan struktur kalimat atau
tata bahasa anak tidak jauh berbeda dengan perkembangan bayi. Pada masa anak
pra sekolah, anak sudah menguasai struktur bahasa tersebut. Penguasaan ini
bermula dari penguasaan struktur kata misalnya mama makan atau mama lapar dan
sebagainya.
E.
Tahap
Berpikir
cerita ditaman kanak-kanak biasanya mengandung nilai-nilai yang mengarah
kepada pengembangan emosional,sosial dan bahasa anak.Isi cerita dapat pula
berupa pengetahuan bagi anak, misalnya tentang pertumbuhan tanaman dan proses
perkembangbiakan binatang maupun yang lainya.Sesuai dengan tahap perkembangan
anak baik, bahasa, media dan langkah-langkah pelaksanaanya, agar lebih efektif,
komunikatif dan menyenangkan bagi anak.
pada tahap ini diharapka anak usia dini sudah bisa di berikan metode tanya
jawab melalui bercerita. Diharapkan mereka bisa memahami isi cerita yang
ddiberikan guru sehingga dpt menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diberikan
guru.
BAB
III
Pembahasan
A.
Sasaran
Aspek Perkembangan Yang Dikembangkan
Melalui
bercerita dengan anak usia dini kita sebagai guru dapat mengembangkan metode
pembelajaran tanya jawab. Hal ini dipilij oleh guru agar dapat merangsang atau
menstimulasi anak usia dini dalam mengeluarkan pendapatnya. Metode ini juga
memang dilakukan agar dapat mengembangkan aspek perkembangan anak usia dini
antara lain :
·
aspek perkembangan
bahasa
Belajar bahasa sangatlah penting sebelum usia enam tahun.
Oleh karena itu, pendidikan Anak Usia Dini merupakan tempat yang penting dalam
mengembangkan bahasa anak-anak. Sehingga hal ini dapat mengembangkan
keterampilan berbahasa anak usia dini.
·
aspek perkembangan
sosial emosional
Emosi
yang umum pada masa kanakkanak awal adalah: Amarah, takut, Ingin tahu ,
gembira, sedih, malu, bersalah dan bangga
Anak
usia dini masih belum bisa mengontrol emosi dalam dirinya karena masih bersifat
egosentris
·
aspek perkembangan
motorik halus
usia 5-6 tahun sudah
bisa mendengarkan cerita dengan baik dan bisa mengkoordinasaikan gerakan mata,
tangan, lengan, dan tubuh secara bersamaan. Dengan adanya cerita yang diberikan
guru kepada anak diharapkan motorik halus dapat dirangsang melalui bercerita.
Serta membuat anak menjadi aktif.
Sasaran ini diharapkan dapat
dicapai oleh peserata didik dengan baik, dan diharapkan bisa mengembangkan
aspek aspek perkembangan diatas pada anak usia dini dengan tepat sesuai usia
nya.
B.
Reasoning
Pemilihan Kegiatan Tanya Jawab Melalui Bercerita
Sebagai seorang
guru, kita harus dapat memilih suatu kegiatan yang baik dan bermanfaat untuk
anak didik usia dini, salah satunya metode tanya jawab melalui bercerita.
Alasan guru memilih metode ini, diharapkan anak usia dini / peserta didik bisa
mengungkap semua bahasannya dengan sedikit pertanyaan yang diberikan guru. Pada
intinya guru hanya memancing sedikit pertanyaan yang nantinya jawaban tersebut
bisa menjadi berjuta juta imajinasi dan jawaban dari anak.
Hal ini di
stimulasi sejak dini karena mengingat sebagai guru juga perlu mengembangkan
aspek – aspek perkembangan anak usia dini. Metode tanya jawab melalui bercerita
yang diberikan ini dimaksudkan agar anak bisa mampu mengekspresikan dirinya
didepan teman-temannya, memperbanyak perbendaharaan kosa kata, berani mengungkapkan
apa yang dia ketahui. Sehingga pembelajaran di kelas menjadi aktif bukan pasif.
Pembelajaran di kelas akan hidup dan bervariatif dengan berbagai ungkapan anak-
anak yang beragam isinya, tak lupa guru juga harus memberikan batasan batasan
sampe dimana pembahasan yang akan dilakukan sehingga tetap dalam lajur
pembelajaran sesuai dengan tema cerita yang
diberikan guru untuk anak-anak.
C.
Kegiatan
Tanya Jawab
Ada beberapa
teknik kegiatan tanya jawab yang harus digunakan guru dalam memberikan tanya jawab
kepada anak didik. Karena anak usia dini cara berpikirnya masih belum panjang
seperti orang dewasa pada umumnya, sehingga sebagai guru harus bisa memilih
teknik - teknik yang tepat dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Pertanyaan yang
mudah dimengerti anak usia dini, hendaknya bersifat mengajak atau merangsang
siswa untuk berfikir, kata-kata yang dipergunakan harus jelas sehingga dapat
dengan mudah dipahami, pertanyaan singkat, setiap pertanyaan harus mengandung
unsur pengetahuan anak (misalnya : binatang, tumbuhan dll) sesuai tema
bercerita yang diberikan guru, pertanyaan harus dapat merangsang anak.
D.
Strategi
Yang Dipilih
Strategi
dalam pemilihan pertanyaan yang tepat sangat di perlukan bagi seorang guru
karena hal ini sangat berpengaruh pada jawaban anak-anak yang bisa merangsang
dan membuat anak-anak selalu ingin mengungkapkan apa yang dia mau cerita.
Pertanyaan yang baik dan menyenangkan serta menarik dapat membuat anak semakin
meningkatkan daya kreatifitasnyadan kemampuan pengembangan aspek bahasa. Setiap
anak memiliki potensi untuk berkomunikasi dengan lingkungan yang telah
diwujudkan sejak lahir, dan sebagai seorang pendidik kita harus bisa
mengembangkan potensi tersebut, maka guru juga harus pintar-pintar dalam
pemilihan strateginya agar tujuan dari pembelajaran ini tercapai dengan baik.
Guru menggunakan
metode tanya jawab dengan menggunakan bercerita, dimana nanti dari cerita
tersebut dapat dikembangkan dengan berbagai banyak pertanyaan yang ditujukan
metode tanya jawab pada anak usia dini. Cerita harus menarik dan mudah dipahami
anak, sehingga anak akan antusias dan senang.
Metode apapun yang diberikan pada
anak usia dini haruslah menarik dan menyenangkan sehingga anak tidak mudah
bosan dan malas dalam mengikuti pembelajaran dikelas dan anak selalu
menunjukkan kebolehannya kepada teman-temannya.
E.
Lingkungan
Penataan
lingungan dalam pembelajaran sangat berpengaruh pada proses pembelajaran anak
usia dini. Pentingnya penataan lingkungan bagi optimalisasi pembelajaran anak. dalam
metode ini tanya jawab melalui bercerita boleh dilakukan diluar ruangan maupun
dalam ruangan. Tergantung situasi dan kondisi siswa serta fasiltas adari
sekolah. Jika menggunakan dalam kelas dapat dibuat lingkaran dengan guru berada
ditengah sambil bercerita pada anak.
Area pembelajaran
atau ruang kelas untuk anak usia dini yang ideal adalah 15-20 siswa dengan 2
guru pendidik. Lingkungan pembelajaran ruang anak usia dini di buat sesuai
dengan tema atau sentra yang akan diberikan guru dan juga diberikan tempat /
penataan yang dapat mempermudah anak untuk berkomunikasi dengan temannya.
F.
Materi
Dalam pemilihan
materi untuk anak usia dini tidak membutuhkan materi yang sulit dan aneh, cukup
dengan materi yang mudah dan sangat dikenal dengan anak. Anak akan lebih
menyukai bahasan tentang apa, hal itu harus dipahami betul-betul oleh seorang
guru. Biasanya anak akan memahami tentang dirinya sendiri, lalu lingkungan
sekitar dan bisa diselipakan tentang pengetahuan binatang, alam semesta dll.
Seorang pendidik
harus bisa cakap dalm memilih materi pembelajaran. Jika anak-anak belum mampu
dalam materi tersebut, guru tidak boleh memaksakan tetapi diberi pemahaman
sedikit demi sedikit sehingga anak mulai akan mengenal dan membuka satu-satu
pertanyaan bagi dirinya. Nah dari sinilah muncul metode tanya jawab yang akan
diberikan pada anak usia dini.
G.
Strategi
Pembelajaran Tanya Jawab
Metode tanya
jawab yang diberikan anak usia dini setidaknya mengarah kepada perkembangan
aspek bahasa, sosial emosional dan motorik halus. Disini lebih mengutamakan
sistem pendekatan student centre (berpusat pada anak).
Guru dapat
menggunakan strategi kemampuan berpikir, dimana strategi Pengembangan Kemampuan
Berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada kemampuan
berpikir anak usia dini, dengan memanfaatkan pengalaman siswa sebagai titik
tolak berpikir.
Metode tanya
jawab ini bisa diberikan dalam penyajian
pembelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru
kepada anak didik, tetapi dapat pula dari anak didik kepada guru, sehingga dan
merangsang anak untuk berkomunikasi dan menjawab pertanyaan dari teman-teman
ataupun guru.
Ada
empat tahap dalam prosedur pemakaian
metode tanya jawab, agar pemakaian metode tanya jawab mencapai hasil yang lebih
baik :
1.
Tahap
persiapan tanya jawab
Pertanyaan hendaknya dirumuskan didasarkan tujuan yang ingin
dicapai dan karakter siswa.
Sebagai guru harus bisa melihat kemampuan peserta didiknya
sebelum memberikan pertanyaan karena jika anak tidak dapat menjawab pertanyaan
dari guru, dikhawatirkan anak tersebut down dan tidak mau mengeluarkan
pendapatnya lagi (tidak mau berbicara jika ditanya)
2.
Tahap
awal tanya jawab
Guru diharapkan memberikan penjelasan atau pengarahan agar
anak dapat mengerti apa yang dimaksud oleh guru. Sehingga dapat menggambarkan
langkah-langkah kegiatan pembelajaran serta alur dari cerita yang akan
diberikan oleh guru.
3.
Tahap
pengembangan tanya jawab
Setelah memberikan pengarahan dan penjelasan, guru akan
mengembangkan pertanyaan untuk peserta didik dengan berbagai variasi yang
beragam serta unik dan menarik bagi anak-anak agar tujuan dari pembelajaran
dapat tercapai dengan baik.
4.
Tahap
akhir tanya jawab
Pada tahap ini diharapkan anak-anak dapat mengerti isi dari
pembelajaran yang diberikan pada guru. Anak-anak diharap mengerti dan mampu memahami
isi dan maksud dari pembelajaran yang diberikan oleh guru. Guru berharap
pemberian tanya jawab ini bisa dipahami dan dimengerti anak-anak didiknya.
Sehingga
makna dari cerita yang diberikan pada guru bisa dipahami oleh anak.
Cerita
yang diberikan oleh guru harus mengandung unsur pembelajaran dan mempunyai
nilai positif bagi anak usia dini. Semisal guru menceritakan tentang binatang
yang suka tolong menolong, meskipun berbeda warna kulitnya mereka harus saling
tolong-menolong dan tidak boleh membeda-bedakan teman. Hal ini dapat diambil
hikmahnya bahwa anak harus saling tolong-menolong dan tidak membeda-bedakan
teman.
Guru
dalam menyampaikan tanya jawab dengan bercerita terlebih dahulu, lalu guru
memberikan beberapa pertanyaan kepada anak-anak yang berkaitan dengan isi dari
cerita yang sudah diberikan. Dengan ini diharapkan anak bisa menyimak dengan
baik dan mengerti maksud isi cerita.
BAB IV
Kesimpulan dan Saran
A.
Kesimpulan
Pembelajaran
anak usia dini disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan mental anak,
sesuai dengan kelompok usia dan kebutuhan individual anak. Pembelajan anak usia
dini harus menyenangkan, menarik, demokratis, dan memerdekakan anak. Bermain,
bernyanyi, dan tanya jawab melalui bercerita.
Sebagai seorang harus dapat memilih
pembelajaran yang merangsang serta menstimulasi perkembangan
pada anak usia dini. Sehingga tujuan dan sasaran guru tepat.
B.
SARAN
Pembelajaran
pada anak usia dini harus diciptakan menyenangkan, bebas, tidak terikat dan
aktif. Agar pembelajaran pada anak usia dini bisa optimal, maka pembelajaran
harus melibatkan anak secara aktif. Dan pembelajarannnya harus menarik agar anak tertarik untuk
belajar.
BAB V
Daftar Pustaka
Susanto,
Ahmad.2017. Pendidikan Anak Usia Dini
, Jakarta : PT Bumi Aksara
Bimo.
2011. Mahir Mendongeng, membangun dan
Mendidik Karakter Anak Melalui Bercerita, Yogyakarta : Pro-U Media.
Anies&Djoko,
2017. Kompendium PAUD. Depok ;
Prenadamedia Group
Suyadi,
2015. Teori Pembelajaran Anak Usia Dini, Bandung
: PT. Remaja Rosdakarya

Komentar
Posting Komentar